Waspada, 25 RW di Depok Masih Zona Merah

By Nandar Soemantri 06 Jun 2020, 07:06:39 WIB Rehat
Waspada, 25 RW di Depok Masih Zona Merah

Memasuki penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional level 3 hari ini, Jumat (5/6/2020), di sebagian besar wilayah, sebanyak 25 RW di Kota Depok, Jawa Barat, masih masuk zona merah.

Wali Kota Depok Mohammad Idris pun menetapkan bahwa di 25 RW itu akan diterapkan PSBB normal berskala lokal dengan nama pembatasan sosial kampung siaga (PSKS).

Keputusan ini berdasarkan hasil evaluasi tren kasus positif Covid-19 di setiap RW pada kelurahan yang mencatat kasus positif lebih dari enam.

Dari hasil evaluasi, 25 RW di 16 kelurahan di Kecamatan Cimanggis, Pancoranmas, Beji, Sukmajaya, Tapos, Cilodong, dan Cipayung akan diterapkan PSKS.

Berikut sebaran kelurahan dari 25 RW tersebut:

Kecamatan Cimanggis

Pasir Gunung Selatan (6 kasus, 1 RW).

Mekarsari (6 kasus, 1 RW).

Cisalak Pasar (2 kasus, 1 RW).

Tugu (8 kasus, 1 RW).

Kecamatan Pancoranmas

Depok (24 kasus, 2 RW).

Pancoranmas (27 kasus, 2 RW).

Depok Jaya (18 kasus, 3 RW).

Rangkapan Jaya (6 kasus, 1 RW).

Mampang (8 kasus, 1 RW).

Kecamatan Beji

Tanah Baru (11 kasus, 1 RW).

Kecamatan Sukmajaya

Mekar Jaya (19 kasus, 3 RW).

Kecamatan Tapos

Sukatani (20 kasus, 2 RW).

Cilangkap (14 kasus, 1 RW).

Jatijajar (7 kasus, 1 RW).

Kecamatan Cipayung

Ratu Jaya (7 kasus, 2 RW).

Kecamatan Cilodong

Sukamaju (6 kasus, 1 RW).

Dengan diterapkannya PSKS, 25 RW ini tak dapat melonggarkan pembatasan aktivitas di tempat-tempat umum sebagaimana di wilayah lain yang diterapkan PSBB Proporsional

Kota Depok resmi memasuki fase PSBB proporsional mulai Jumat (5/6/2020) sebagai transisi menuju new normal

Dalam PSBB proporsional yang didesain di tingkat provinsi, Kota Depok termasuk dalam kategori kewaspadaan level 3 (cukup berat), di mana ketentuan pembatasan akan diterapkan secara parsial/sebagian.

Beberapa aktivitas di tempat umum mulai dari rumah ibadah hingga pusat perbelanjaan akan dibuka, tetapi secara bertahap, sesuai dengan risiko penularan dan tren kasus Covid-19 di Depok. (Soe)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment