Perlu Paket kebijakan Holistik Lawan Covid 19

By Ismi Akbar 27 Mar 2020, 15:08:30 WIB MPR RI
Perlu Paket kebijakan Holistik Lawan Covid 19

Keterangan Gambar : Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.


Kebijakan pemerintah mengenai tanggap darurat pandemi korona memang terkesan lamban. Tetapi masyarakat perlu tahu bahwa negara saat ini sudah sangat serius memitigasi setiap opsi dan langkah strategis penanggulangan.

Demikian penegasan Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat dimintai komentarnya kepada ParlemenOne via Whatsapp, Jumat (27/3/2020). "Bencana seperti ini tidak dapat dilihat secara mikro, berdimensi kesehatan an sich. Tetapi harus dilihat secara makro, multi sektor, utuh, dan menyeluruh. Sebagai contoh tenaga medis, rumah sakit, dan obat-obatan marupakan satu aspek dari sistem yang sudah berjalan ini. Peran dan fungsinya sangat penting pada level medical treatment."

Menurut politisi PKB itu, fungsi penagangan medis saja tentu tidak cukup. Peran BNPB, aparat kepolisian, banda intelijen, dan sumber daya nasional lainnya tidak kalah penting untuk melakukan mapping dan tracing jejak virus dari mulai kasus satu Depok, kasus dua, dan seterusnya. "Pemerintah saat ini memang perlu sangat berhati-hati, jeli mengkalkulasi setiap kemungkian. Sejumlah kebijakan yang sudah ada meskipun terkesan economic sentris, itu sudah baik yakni mengenai suku bunga, relaksasi kredit, daya beli, kebijakan pasar, dan insentif tenaga kesehatan," jelas Jazil.

Legislator dapil Jatim X ini melanjutkan,
Realokasi anggaran program di kementerian yang tidak prioritas dan dana desa juga berguna dalam membangun social security untuk melokalisir wabah virus supaya tidak berdampak krisis multidimensi; sosial, ekonomi, dan keamanan.

"Saat ini yang paling penting adalah tiga hal. Pertama, upgarding Paket kebijakan Melawan Covid 19 untuk menguatkan kebijakan yang sudah ada agar mempunyai sifat berdampak langsung bagi rakyat, mengenai stabilitas rantai pasok pangan, dan jaring keamanan sosial. Kedua, edukasi masyarakat dan keterbukaan informasi yang akurat dan akuntabel. Ketiga, law enforcemen. Menindak secara tegas proporsional agar masyarakat menyadari setiap keputusan otoritas bersifat mandatori yang wajib ditaati," jelasnya panjang lebar.

Sementara soal lain adalah Isolasi mandiri di dalam rumah, social distancing, dan menghindari kerumunan merupakan strategi generik untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Strategi ini sudah teruji dan menjadi rekomendasi WHO belajar dari succes story China. Namun demikian, strategi ini akan efektif apabila diterapkan menyeluruh dan bersamaan secara disiplin. Imbauan saja tidak cukup, tetapi harus diawasi dan dipantau secara ketat oleh aparat untuk menegakkan kedisiplinan sosial.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment