Lawan Dinasti Politik, Anak Buruh Tantang Gibran di Pilkada Solo

By Nandar Soemantri 27 Jul 2020, 21:27:30 WIB Publik
Lawan Dinasti Politik, Anak Buruh Tantang Gibran di Pilkada Solo

Majunya putera Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon walikota solo dalam Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 menuai kontroversi dan pertentangan dari banyak pihak. Tak hanya kalangan elit yang juga sebagian menentang, tetapi masyarakat bawah juga ada yang melakukan perlawanan. 

Pasalnya, majunya putera Presiden yang berpasangan dengan Teguh Prakosa adalah calon tunggal yang hampir didukung oleh seluruh partai politik besar, dinilai memuluskan dinasti politik.

Beredar di jejaring media sosial, seorang anak buruh asli Kota Solo bernama Abdul Hakim Syafii mengaku siap menantang Gibran untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat solo. 

Dalam sebuah poster di media sosial, ia mengaku siap maju melalui jalur independen dan akan melakukan longmarch menuju kantor KPU Kota Solo guna menyerahkan berkas administrasi.  Saat dihubungi oleh awak media, Hakim sapaan akrabnya membenarkan keinginannya maju sebagai calon independen di kota kelahirannya tersebut.

"Sudah saatnya milenial yang lahir dari akar rumput untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa salah satunya dengan mengikuti kontestasi pilkada ini. Lonceng besar ini harus dibunyikan dari Solo, khususnya dalam melawan politik dinasti yang sangat tidak menyehatkan cuaca demokrasi kita saat ini," ujar Abdul Hakim saat dihubungi Redaksi ParlemenOne.com, Senin, (27/07/2020)

Menurut Hakim yang terlahir sebagai anak seorang buruh menambahkan, akan melakukan upaya dan koordinasi dengan timnya guna menyiapkan berkas pencalonan. Ia pun mengaku akan jalan kaki dari Istana Negara ke KPU Kota Solo untuk menyerahkan berkas dan simbol perlawanan terhadap dinasti politik.

"Sebagai bukti dan simbol keseriusan, saya akan longmarch berjalan kaki dari Istana Negara ke KPU Kota Surakarta untuk menyerahkan berkas pencalonan".

Oleh karena itu Hakim juga meminta doa dan dukungan kepada semua pihak, semoga niat tulus ini direstui seluruh rakyat Indonesia khususnya warga kota Solo yang ingin menyelamatkan demokrasi di wilayahnya. "Karena Solo yang terkenal dengan kota paling menjunjung tinggi nilai demokrasi, jangan sampai politik dinasti hinggap di Kota ini," tutup Hakim.

Berdasarkan riwayat hidupnya, Abdul Hakim ini adalah anak seorang buruh yang telah menamatkan pendidikan Magister Ilmu Politik di Universitas Padjajaran, Bandung melalui jalur beasiswa. Melalui modal beasiswa berprestasi tersebut kini ia berhasil menyandang gelar master dan tengah melakukan persiapan studi doktoral. Ia pun tercatat juga sebagai lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada jenjang pendidikan S1. (soe)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment